Pramuka Jakut Sambangi PMI, Jajaki Kolaborasi Empat Pilar Cetak SDM Siap Kerja
Wakil Ketua Kwartir Cabang (Kwarcab) Gerakan Pramuka Kota Jakarta Utara, Muhammad Rahmad, mengunjungi Markas Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Jakarta Utara pada Kamis, 16 Juli 2026.
BERITA
Redaksi
7/19/20262 min read


JAKARTA UTARA — Wakil Ketua Kwartir Cabang (Kwarcab) Gerakan Pramuka Kota Jakarta Utara, Muhammad Rahmad, mengunjungi Markas Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Jakarta Utara pada Kamis, 16 Juli 2026. Kunjungan tersebut dilakukan dalam rangka menjajaki kolaborasi lintas lembaga untuk membentuk sumber daya manusia (SDM) muda Jakarta Utara yang berkarakter dan siap kerja.
Dalam pertemuan itu, Rahmad memaparkan gagasan kolaborasi "empat pilar" yang menyatukan kekuatan PMI, Gerakan Pramuka, Pemerintah Daerah, serta sekolah dan perguruan tinggi. Ia menilai keempat lembaga tersebut selama ini bergerak sendiri-sendiri, padahal masing-masing memiliki peran yang saling melengkapi dalam menyiapkan generasi muda memasuki dunia kerja.
"PMI unggul dalam membentuk karakter dan jiwa kerelawanan melalui Palang Merah Remaja dan Korps Sukarela, sementara Pramuka melalui Satuan Karya membekali keterampilan kejuruan yang bersertifikat. Bila keduanya kita satukan dengan dukungan Pemerintah Daerah dan lembaga pendidikan, kita punya ekosistem yang utuh untuk mencetak SDM siap kerja," ujar Rahmad.
Rahmad menjelaskan, gagasan ini berangkat dari persoalan nyata di Jakarta Utara. Meski indikator pembangunan kota tergolong tinggi, angka pengangguran justru menumpuk pada lulusan terdidik. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) dalam Kota Jakarta Utara Dalam Angka 2026, dari 57.319 penganggur terbuka pada 2025, sekitar 44 ribu di antaranya merupakan lulusan SLTA dan perguruan tinggi. Menurutnya, angka ini menunjukkan adanya jurang antara pendidikan formal dan kesiapan kerja yang perlu dijembatani bersama.
Ia menambahkan, karakter maritim dan industri Jakarta Utara — dengan Pelabuhan Tanjung Priok serta kawasan industri Cilincing hingga Marunda — membuka peluang besar bagi keterampilan yang relevan, seperti kesehatan dan kesiapsiagaan bencana dari PMI serta krida kemaritiman, keselamatan kerja, dan kebencanaan dari Satuan Karya Pramuka.
Ketua PMI Kota Jakarta Utara, Rizal Kobar, menyambut baik gagasan kolaborasi tersebut. Ia menilai sinergi antarlembaga sejalan dengan semangat PMI sebagai motor kolaborasi kemanusiaan di wilayah Jakarta Utara.
Kedua pihak sepakat menindaklanjuti pertemuan awal ini dengan pembahasan teknis yang lebih rinci, termasuk kemungkinan penyusunan nota kesepahaman yang mengatur peran masing-masing lembaga, standar sertifikasi keterampilan yang diakui dunia usaha, serta mekanisme pemantauan hasil agar program benar-benar berdampak pada penyerapan tenaga kerja muda.
Rahmad berharap kolaborasi ini dapat menjadi model pembinaan generasi muda yang tidak hanya menghasilkan lulusan berpengetahuan, tetapi juga berkarakter, terampil, dan memiliki jalur nyata menuju dunia kerja. "Target kita sederhana: menutup celah yang selama ini membuat anak-anak muda terdidik kita menganggur," pungkasnya.
